BLANTERRAZZIv101

Tidak Ada DNA yang Tidak Berguna Atau Sampah dalam Regulasi Genetik!

By / 01 Agustus 2023
01 Agustus 2023
Tidak Ada DNA yang Tidak Berguna Atau Sampah dalam Regulasi Genetik!
Sumber: DNA manusia dari kesadaranuniversal.com
Penemuan terbaru dalam bidang genetika telah mengguncang paradigma ilmiah yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Sebuah penelitian revolusioner telah membuktikan bahwa kode DNA berbicara dalam dua bahasa yang berbeda, menambahkan dimensi baru dalam pemahaman tentang bagaimana gen dikendalikan dan pewarisan epigenetik. Sejak awal abad ke-20, para ilmuwan telah memecahkan kode genetik dan mengidentifikasi bahwa genetika mengatur cara pembuatan protein dalam tubuh kita. Namun, penelitian baru-baru ini telah membongkar fakta mengejutkan bahwa DNA tidak hanya berbicara satu bahasa, tetapi dua bahasa sekaligus.

Pada tahun 1960-an, saat kode genetik diuraikan, ahli biologi dan genetika meyakini bahwa DNA hanya berfungsi sebagai instruksi untuk pembuatan protein. Namun, peneliti telah menduga bahwa pewarisan epigenetik juga mempengaruhi tingkat sel, menghasilkan perbedaan antara sel-sel kulit, sel otak, dan sel lainnya dalam tubuh kita.

Tidak Ada Hal Seperti DNA Sampah

Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang apa sebenarnya peran "sampah" dalam DNA. Sebelumnya, sebagian besar DNA dianggap sebagai "sampah," potongan DNA yang tampaknya tidak memiliki fungsi tertentu dalam mengatur protein. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa apa yang disebut "sampah" ini sebenarnya memiliki peran penting dalam mengendalikan bagaimana sel, organ, dan jaringan berperilaku.

Para peneliti menemukan bahwa setidaknya 80 persen dari DNA yang dianggap sebagai "sampah" adalah aktif dan dibutuhkan dalam proses regulasi genetik. Bahkan, sekitar 15-17 persen lainnya memiliki fungsi lebih tinggi yang belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.

Temuan ini memberikan dampak besar terhadap pemahaman tentang penyakit kompleks. Banyak penyakit yang sebelumnya sulit dipahami ternyata disebabkan oleh perubahan kecil pada ratusan pergantian gen dalam DNA yang dianggap sebagai "sampah." Penelitian ini membuka pintu baru untuk terapi gen yang lebih efektif dan pencegahan penyakit yang lebih tepat.

Penemuan kode genetik baru ini diterbitkan dalam jurnal Science dan dianggap sebagai terobosan medis dan ilmiah yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini sangat besar dalam bidang kedokteran dan genetika manusia. Ahli medis sekarang dapat menggunakan genom pasien dengan lebih efisien untuk menafsirkan dan mendiagnosis penyakit dengan lebih akurat.

Salah satu penemuan menarik lainnya adalah kode genetik yang menggunakan alfabet 64 huruf yang disebut kodon. Peneliti menemukan bahwa beberapa kodon, yang disebut duon, memiliki dua arti. Satu arti menginstruksikan pembuatan protein, sementara arti lainnya mengontrol bagaimana gen dikendalikan. Hal ini berarti perubahan DNA, atau mutasi, dapat memiliki dampak yang lebih luas daripada yang sebelumnya dipahami oleh para ilmuwan.

Kode DNA Mengontrol Gen

John Stamatoyannopoulos, profesor ilmu genom dan kedokteran dari Universitas Washington, menggambarkan penemuan ini sebagai sebuah terobosan dalam pemahaman tentang genom manusia. Selama lebih dari 40 tahun, para ilmuwan berasumsi bahwa perubahan DNA hanya mempengaruhi cara pembuatan protein. Namun, sekarang mereka menyadari bahwa perubahan genetik dapat menyebabkan penyakit dengan mengganggu program kontrol gen atau bahkan kedua mekanisme secara bersamaan.

Penemuan ini merupakan hasil dari kolaborasi internasional kelompok penelitian yang dikenal sebagai Encyclopedia of DNA Elements Project, atau ENCODE. Kolaborasi ini memungkinkan peneliti dari berbagai disiplin ilmu untuk bekerja bersama dan menggabungkan pengetahuan mereka untuk membongkar misteri DNA dan regulasi genetik yang kompleks.

DNA Menanggapi Frekuensi

Penemuan lainnya dalam bidang genetika adalah bagaimana DNA merespons frekuensi. Peneliti, termasuk ahli biofisika dan biologi molekuler Pjotr Garjajev dari Rusia, mengeksplorasi perilaku vibrasi DNA. Mereka menemukan bahwa kromosom dapat berfungsi seperti komputer solitonik/holografik yang menggunakan radiasi laser DNA endogen.

Metode ini memungkinkan peneliti untuk memodulasi pola frekuensi tertentu ke sinar laser, yang pada gilirannya mempengaruhi frekuensi DNA dan informasi genetik itu sendiri. Hal ini menjelaskan mengapa afirmasi, pelatihan autogen, hipnosis, dan metode lainnya dapat memiliki efek yang kuat pada manusia dan tubuh mereka. DNA secara alami merespons frekuensi, dan penelitian ini membuka potensi baru dalam pengobatan dan terapi genetik.

Peneliti Rusia bahkan berhasil memperbaiki kromosom yang rusak akibat sinar-X dengan menggunakan metode gelombang frekuensi. Mereka juga berhasil mengubah embrio katak menjadi embrio salamander hanya dengan mentransmisikan pola informasi DNA. Pendekatan ini menyediakan cara non-invasif dan tanpa efek samping untuk memprogram ulang sel dan memperbaiki cacat genetik. Dengan penemuan ini, paradigma genetika telah berubah. Gelombang frekuensi dan regulasi genetik memberikan pencerahan baru dalam cara kita memahami dan memanfaatkan potensi manusia dan organisme lainnya. Penemuan-penemuan ini membuka jalan bagi pengembangan terapi genetik yang lebih canggih dan presisi dalam mengatasi penyakit-penyakit yang kompleks.

Seiring berjalannya waktu, penelitian ini akan terus berkembang, potensi medis dan ilmiah dari penemuan-penemuan ini dapat membawa dampak besar pada kesehatan dan kesadaran manusia. Kita berada di ambang era baru dalam genetika, di mana pemahaman tentang DNA dan regulasi genetik akan membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat bagi seluruh umat manusia.